GAUL
Mungkin orang beranggapan bahwa anak gaul itu identik dengan aneka
pernak-pernik yang melekat ditubuhnya. Seperti, gelang, cincin,
anting-anting, kalung, rantai, dan lain-lain.
Pernyataan di atas diperkuat dari hasil perbincangan dengan
teman-teman sekolah. Banyak siswa yang beranggapan bahwa anak gaul itu
adalah sama seperti yang di atas. Padahal, arti dari gaul itu sendiri
bukanlah demikian.
Banyak anak muda menganggap jika tidak merokok bukanlah anak gaul atau
pun jika tidak menindidik telinganya (khusus cowok) itu bukan anak gaul.
Namun, anggapan itu salah. Jika kita merokok justru merugikan kesehatan
dan memboroskan uang jajan dan menindik telinga itu sangatlah sakit,
kalau asal-asalan bisa tetanus dan berakibat kematian. Death. K. O.
Sekarang, jika ingin mengetahui arti gaul itu sebenarnya, bukalah
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dan cari pada halaman “G” istlah
“gaul” Jika telah menemukannya, arti gaul itu adalah hidup berteman atau bersahabat.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa anak gaul adalah anak yang hidup
berteman. Bersahabat dengan teman-teman dilingkungannya. Jadi, dari mana
kita mendapatkan bahwa anak gaul itu harus menggunakan pernak-pernik
itu? Jawabannya hanya satu. Trend. Trend adalah model-model yang digemari pada masa-masa tertentu.
Pada saat lagi nge-trend memakai jaket di sekolah, semua memakainya.
Saat nge-trend rambut berdiri kayak Bangsa Seiya (berdiri, mohawk),
semua mendirikan rambutnya.
Itulah sebagian contoh yang dimasukkan dalam persyaratan menjadi anak
gaul. Padahal semua itu salah. Untuk menjadi anak gaul hanyalah tinggal
bersahabat dengan orang-orang sekitar atau tetangga, tapi harus
pilih-pilih dulu dan mengetahui apa-apa saja yang telah terjadi di
daerahnya.
Jadi, kalau ingin disimpulkan lagi lebih mendalam, anak gaul adalah
anak yang bersahabat dengan seseorang atau lebih di dalam masyarakat dan
daerah tertentu.
Jadi, bahwa anak gaul itu sesungguhnya tidaklah harus memakai
pernak-pernik yang menonjolkan ciri khas preman. Melainkan, anak gaul
adalah orang yang bersahabat dengan siapa saja dan dimana saja, asalkan
yang menjadi sahabat kita itu bukanlah sampah masyarakat.